Senin, 06 Desember 2010
KUIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Fak./Jurusan : Teknologi Industri/ Teknik Industri Dosen : Rossi Septy W.
Kelas : 4 ID 01 & 02 Jum. Soal : 6 SOAL ESSAY
SOAL KUIS
1. Jelaskan tujuan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Perusahaan!
2. Jelaskan pentingnya pengamanan pada suatu mesin! Apa saja persyaratan pengamanan mesin tersebut?
3. A. Kecelakaan kerja yang menimbulkan cacat sering terjadi pada pekerja usia muda (15-34 Tahun). Sedangkan kasus kecelakaan dengan cacat menetap/kematian sering terjadi pada usia 50-75 Tahun. Jelaskan! Bagaimanakah hal ini bisa terjadi dan apa yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengulangi kasus tersebut?
B. Jika karyawan bertangan kidal dengan gaji/upah Rp 1.450.000,00, mengalami kecelakaan hingga ibu jari sebelah kiri putus. Berapa besarnya tunjangan yang ia dapat?
4. Jelaskan keterkaintan pengaruh antara Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan produktivitas!
5. Suatu perusahaan dengan 600 Tenaga Kerja.
o Kegiatan 60 minggu dengan 49 jam kerja/minggu mengalami kecelakaan 50 kali dalam 1 tahun.
o Tidak masuk kerja karena hal lain 6% dari seluruh waktu kerja.
o Berapa besar jam manusia total?
o Berapa Angka frekuensi kecelakaan (F)?
o Jika hari hilang 1150, sebagai akibat 50 kali kecelakaan, berapa angka beratnya kecelakaan (S), setiap 1000 jam manusia?
KUIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Fak./Jurusan : Teknologi Industri/ Teknik Industri Dosen : Rossi Septy W.
Kelas : 4 ID 01 & 02 Jum. Soal : 6 SOAL ESSAY
SOAL KUIS
1. Jelaskan tujuan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Perusahaan!
2. Jelaskan pentingnya pengamanan pada suatu mesin! Apa saja persyaratan pengamanan mesin tersebut?
3. A. Kecelakaan kerja yang menimbulkan cacat sering terjadi pada pekerja usia muda (15-34 Tahun). Sedangkan kasus kecelakaan dengan cacat menetap/kematian sering terjadi pada usia 50-75 Tahun. Jelaskan! Bagaimanakah hal ini bisa terjadi dan apa yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengulangi kasus tersebut?
B. Jika karyawan bertangan kidal dengan gaji/upah Rp 1.450.000,00, mengalami kecelakaan hingga ibu jari sebelah kiri putus. Berapa besarnya tunjangan yang ia dapat?
4. Jelaskan keterkaintan pengaruh antara Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan produktivitas!
5. Suatu perusahaan dengan 600 Tenaga Kerja.
o Kegiatan 60 minggu dengan 49 jam kerja/minggu mengalami kecelakaan 50 kali dalam 1 tahun.
o Tidak masuk kerja karena hal lain 6% dari seluruh waktu kerja.
o Berapa besar jam manusia total?
o Berapa Angka frekuensi kecelakaan (F)?
o Jika hari hilang 1150, sebagai akibat 50 kali kecelakaan, berapa angka beratnya kecelakaan (S), setiap 1000 jam manusia?
Jumat, 15 Oktober 2010
KOMPENSASI (MSDM)
Sumber Bacaan: http://www.ahmadheryawan.com/di-media/77-ahmad-heryawan-di-media/10369-pemda-diminta-beri-kompensasi.html
Pemberian kompensasi yang diberikan oleh pemerintah kota Bandung dalam bentuk relokasi usaha pada saat arus mudik/balik lebaran 2010 seharusnya juga memperhatikan kondisi tempat yang menjadi daerah pengalihan untuk usaha dagang. Jika daerah yang menjadi tempat penggantinya sepi maka pedagang pun akan mengalami kerugian.
Di sisi lain memang pengaruh ada relokasi dari pedagang pada pasar tumpah ini adalah jalan raya yang biasanya digunakan untuk berdagang menjadi lengang dan arus mudik/balik lebaran 2010 menjadi lancar. Tetapi yang harus diperhatikan adalah biaya kompensasi yang seimbang dengan kerugian yang mungkin diderita oleh para pedagang akibat relokasi ini.
Biaya relokasi yang diberikan biasanya tidak sebanding dengan apa yang harus mereka lakukan. Biaya relokasi ini pun biasanya juga sudah dipotong oleh beberapa oknum tertentu. Biaya yang dipergunakan untuk biaya relokasi ini biasanya diperoleh dari APBD. Tetapi implementasinya biaya tersebut biasanya tidak ada.
Selasa, 11 Mei 2010
Bidang Keahlian Teknik Industri
Pada dasarnya, ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, dan Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.
- Sistem Manufaktur
- Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik, dan Ergonomi.
- Manajemen Industri
- Bidang keahlian Manajemen Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain adalah Manajemen Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik.
- Sistem Industri dan Tekno Ekonomi
- Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri, Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operational Research, dan Sistem Basis Data
Profesi
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknikdan desainer
Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.
Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:
- Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.
- Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
- Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
- Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
- Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
- Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
- Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
- Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
- Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
- Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
- Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat. (Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Profesi)
Etika???
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain.[1] Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologi tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Etika