1. Distinguishing factual, conceptual, application and moral questions and issues
Although the terms "question" and "issue" are often used interchangeably, we might distinguish them as follows.
An issue arises when there is controversy over what the answer to a question is, and it matters, practically speaking, how the question gets answered.
Thus "How many trees were there in Brazos County on January 1, 1444?" is a question, but it is hardly an issue, whereas "Is elective abortion murder?" is both a question and an issue.
In the lecture on chapter two, we already began to distinguish among the four kinds of questions and issues mentioned in the title of this section. To help nail down the distinctions more clearly, so that you can put them to better use in analyzing cases, we should say a bit more about what makes something a factual question vs. a moral question.
Factual questions
The textbook authors do not give an explicit definition of "factual question," but we can fairly characterize what they mean in terms of a standard definition of what counts as an empirical question:
A question is empirical if and only if it could, at least in principle or under ideal conditions, be resolved through observation or experiment.
So we might say that factual questions concern "data." But note the following related points:
1. "Observation or experiment" covers a very broad range of things, all the way from simply going and looking around the house or listening to what a person says, through taking photographs outside of the visual wavelengths and measuring the chemical content of water with instruments, to tracing the trajectories of subatomic particles in a cloud chamber.
• For this reason, not all empirical questions are properly characterized as "scientific" questions. The latter term is best reserved for the subset of empirical questions which formal scientific training and practice would be required to answer.
2. And thus, not all factual questions are about things that are directly observable; sometimes the data we rely on in resolving them are indirect indicators of the things in question.
• For instance, just as physicists make inferences about the presence and causal properties of subatomic particles from their trajectories in cloud chambers, we make inferences about the presence and causal properties of mental states using "folk psychology," the common sense way of explaining the behavior of people [and some animals] in terms of their beliefs and desires.
• In saying this about mental states, we need not commit ourselves to any very specific answers to complex questions in the philosophy of mind. All we are committing outselves to is the claim that there is a fact of the matter about what beliefs, desires, etc., people have, and that what they do and say is at least normally a reliable indicator of these.
• If you want some background on the philosophy of mind, you could begin by visiting these links:
four on-line lectures on the philosophy of mind by Colin Allen, or
the Stanford Encyclopedia of Philosophy entry on The Identity Theory of Mind.
3. A special instance of the foregoing are causal claims, for these are not just about what in fact occurred and was thus observable. Causal claims are also about what did not in fact occur, but would have, under certain (counterfactual) conditions.
• Thus statements about causal relationships have a special, and philosophically interesting, status. For to say that, generally, "Xs cause Ys" is to say not only that whenever an X occurs, a Y follows, but also that if an X had occurred (when it in fact did not), then a Y would have occurred too. And to make the singular claim that "X was the cause of Y in this case" is to say that if (contrary to fact) X had not occurred, then Y would not have occurred.
• If you want some background on the meaning and logical status of counterfactuals, you could begin by visiting this link:
The Stanford Encyclopedia of Philosophy entry on counterfactual theories of causation.
(Note: If you followed more than one of the above links for optional background information, then you should seriously consider changing your major to philosophy. For information on that, click here.)
(sumber: Unless indicated otherwise, quotations and page references are to the textbook: Harris, Pritchard and Rabins, Engineering Ethics, second edition (Wadsworth 2000). )
Senin, 05 April 2010
Orang Teknik Juga Punya Etika Tau????
TUGAS 2 (22 Februari 2010)
1. Jelaskan yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian
dalam kehidupan sehari-hari!
Jawab:
Dilema moral adalah keputusan yang dimbil terhadap ke tiga alternative kreativitas yang paling menguntungkan.
2. Jelaskan paham kantianisme dan berikan contohnya!
Jawab:
Kantianisme adalah paham yang menekankan pada kewajiban. Pada paham ini seseorang dituntut untuk merspon dan patuh pada kewajibannya. (Tuntutan profesi). Contohnya seorang mahasiswa mengumpulkan tugas tepat waktu.
3. Paham utilitariansme banyak dianut oleh para profesional di bidang
keteknikan. Jelaskan alasannya!
Jawab:
Paham Utilitarianisme banyak dianut oleh para professional di bidang keteknikkan karena paham ini memberikan kenaikkan pada segi ekonomi yang nyata dalam hal analisis biaya dan risiko (dalam hal memperoleh keuntungan).
1. Jelaskan yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian
dalam kehidupan sehari-hari!
Jawab:
Dilema moral adalah keputusan yang dimbil terhadap ke tiga alternative kreativitas yang paling menguntungkan.
2. Jelaskan paham kantianisme dan berikan contohnya!
Jawab:
Kantianisme adalah paham yang menekankan pada kewajiban. Pada paham ini seseorang dituntut untuk merspon dan patuh pada kewajibannya. (Tuntutan profesi). Contohnya seorang mahasiswa mengumpulkan tugas tepat waktu.
3. Paham utilitariansme banyak dianut oleh para profesional di bidang
keteknikan. Jelaskan alasannya!
Jawab:
Paham Utilitarianisme banyak dianut oleh para professional di bidang keteknikkan karena paham ini memberikan kenaikkan pada segi ekonomi yang nyata dalam hal analisis biaya dan risiko (dalam hal memperoleh keuntungan).
Etika Profesi
TUGAS 1 (10 Februari 2010)
1. Jelaskan pengertian, cakupan dan tujuan dari etika profesi keteknikan!
Jawab:
Etika profesi keteknikan adalah etika yang diterapkan dalm bidang keahlian teknik. Etika ini memaparkan mengenai tata cara bekerja bagi seorang sarjana teknik dalam bekerja. Pada etika profesi ini seorang sarjana teknik dituntut bertanggungjawab atas semua kewajiban yang ada dalam profesi yang ia tekuni. Tujuan dari etika profesi keteknikan ini adalah mengembangkan rangkaian kerja guna membangun kewaspadaan terhadap pandangan dari ethical issue.
2. Jelaskan perbedaan profesi dan pekerjaan! Berikan contoh masing-masing!
Jawab:
Profesi Pekerjaan
• Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu di luara jangkauan khalayak ramai.
• Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktik (teori baru dikembangkan dari hasil penelitian).
• Memerlukan keahlian khusus dengan waktu yang panjang.
• Mempunyai kode etik
• Contoh: guru, dosen • Sesuatu yang dibuat
• Mata pencaharian
• Tidak mempunyai kode etik
• Contoh: petani
3. Apa yang dimaksud dengan kode etik?
Jawab:
Kode etik adalah norma-norma yang harus diperhatikan oleh setaip anggota profesi dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Norma-norma tersebut berisi pentunjuk-petunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka melaksanakan larangan-larangan, yaitu ketentuan-ketentuan tentang apa yang boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh mereka, tidak saja dalam menjalankan tugas profesi mereka, melainkan juga menyangkut tingkah laku anggota profesi pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari dalam masyarakat (Soecipto, 1994).
1. Jelaskan pengertian, cakupan dan tujuan dari etika profesi keteknikan!
Jawab:
Etika profesi keteknikan adalah etika yang diterapkan dalm bidang keahlian teknik. Etika ini memaparkan mengenai tata cara bekerja bagi seorang sarjana teknik dalam bekerja. Pada etika profesi ini seorang sarjana teknik dituntut bertanggungjawab atas semua kewajiban yang ada dalam profesi yang ia tekuni. Tujuan dari etika profesi keteknikan ini adalah mengembangkan rangkaian kerja guna membangun kewaspadaan terhadap pandangan dari ethical issue.
2. Jelaskan perbedaan profesi dan pekerjaan! Berikan contoh masing-masing!
Jawab:
Profesi Pekerjaan
• Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu di luara jangkauan khalayak ramai.
• Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktik (teori baru dikembangkan dari hasil penelitian).
• Memerlukan keahlian khusus dengan waktu yang panjang.
• Mempunyai kode etik
• Contoh: guru, dosen • Sesuatu yang dibuat
• Mata pencaharian
• Tidak mempunyai kode etik
• Contoh: petani
3. Apa yang dimaksud dengan kode etik?
Jawab:
Kode etik adalah norma-norma yang harus diperhatikan oleh setaip anggota profesi dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Norma-norma tersebut berisi pentunjuk-petunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka melaksanakan larangan-larangan, yaitu ketentuan-ketentuan tentang apa yang boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh mereka, tidak saja dalam menjalankan tugas profesi mereka, melainkan juga menyangkut tingkah laku anggota profesi pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari dalam masyarakat (Soecipto, 1994).
Kamis, 17 Desember 2009
Hasil Analisis Rangka Manusia dan Ototnya
Analisis Rangka dan Otot yang Berpotensi Mengalami Keluhan
Berdasarkan pengisian kuesioner yang telah isi dapat disimpulkan bahwa penyakit yang berpotensi pada pedagang buah adalah sakit pada bagian lengan bawah. Otot-otot yang mengalami cedera adalah otot kedang dan otot ketul. Otot kedang mengalami kontraksi yang sangat lama yaitu pada waktu membawa buah dalam keranjang, sehingga siku, dan sendi-sendi pada ruas-ruas tangan akan mengalami sakit. Sakit juga dikeluhkan pada bagian bahu yaitu pada otot kerudung. Cedera pada otot ini menyebabkan sakit pada bahu saat digerakkan. Keluhan pada lutu kaki juga menjadi perhatian yang serius karena setiap pedagang pada waktu mengambil beban kerja tidak dalam posisi jongkok melainkan berdiri dengan kaki yang lurus dan badan membungkuk.
Analisis Potensi Penyakit yang Mungkin Terjadi
Penyakit yang dapat ditimbulkan dari aktivitas ini adalah kram pada bagian tangan dan otot punggung. Kram ini dapat menyebabkan punggung terasa berat sehingga terasa berat sehingga akan sakit jika ditegakkan. Hal ini terjadi karena pada waktu mengambil beban posisi kaki tidak dalam keadaan tertekuk tetapi lurus dengan posisi badan yang membungkuk. Kram pada bagian tangan terjadi karena membawa beban yang berat dalam waktu yang lama. Kram tanagn terjadi pada bagian lengan baik atas maupun bawah. Bagian dari tangan yang paling sakit adalah jari sehingga terkadang jari tangan menjadi mati rasa.
Penyakit lain yang mungkin ditimbulkan adalah stiff yaitu akibat adanya peradangan pada otot trapezius leher akibat kesalahan pada gerakan. Penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian otot trapezius.
Keselo atau terkilir pada bagian tangan pada saat mengambil beban kerja. Penyakit ini disebabkan oleh tertariknya ligamen ke posisi yang tidak sesuai, namun sendinya tidak bergeser. Hal ini terjadi karena gerakan yang tiba-tiba atau gerakan yang jarang dilakukan oleh pedagang tersebut.
Lordosis pada bagian tulang punggung karena posisi kerja pada waktu membawa beban kerja yang tidak baik. Pada posisi kerja bagian punggung pedagang buah cenderung melengkung ke depan.
Analisis Output SPSS
Berdasarkan pengolahan data dengan software SPSS maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lamanya bekerja dengan jenis keluhan yang dirasakan oleh keempat pedagang buah tersebut. Hal ini disebabkan oleh sample pengamatan tidak cukup untuk mewakili populasi yang ada. Pada waktu pengamatan seharusnya sample yang digunakan untuk pengamatan adalah minimal sebanyak 30 orang. Jika sample sebanyak 30 orang juga masih belum memenuhi syarat maka harus dilakukan uji kecukupan data.
Usulan Perbaikan Posisi Kerja
Usulan perbaikan posisi kerja dari jenis pekerjaan ini adalah posisi mengambil beban kerja seharusnya dalam posisi jongkok. Hal ini untuk mengurangi potensi terjadinya kram pada pinggang. Pada waktu membawa beban kerja seharusnya posisi punggung tetap tegak tidak bengkok ke belakang karena dapat menyebabkan bentuk tulang belakang yang tidak sempurna. Posisi yang kerja yang benar adalah seperti tampak pada gambar 4.6 berikut:
Berdasarkan pengisian kuesioner yang telah isi dapat disimpulkan bahwa penyakit yang berpotensi pada pedagang buah adalah sakit pada bagian lengan bawah. Otot-otot yang mengalami cedera adalah otot kedang dan otot ketul. Otot kedang mengalami kontraksi yang sangat lama yaitu pada waktu membawa buah dalam keranjang, sehingga siku, dan sendi-sendi pada ruas-ruas tangan akan mengalami sakit. Sakit juga dikeluhkan pada bagian bahu yaitu pada otot kerudung. Cedera pada otot ini menyebabkan sakit pada bahu saat digerakkan. Keluhan pada lutu kaki juga menjadi perhatian yang serius karena setiap pedagang pada waktu mengambil beban kerja tidak dalam posisi jongkok melainkan berdiri dengan kaki yang lurus dan badan membungkuk.
Analisis Potensi Penyakit yang Mungkin Terjadi
Penyakit yang dapat ditimbulkan dari aktivitas ini adalah kram pada bagian tangan dan otot punggung. Kram ini dapat menyebabkan punggung terasa berat sehingga terasa berat sehingga akan sakit jika ditegakkan. Hal ini terjadi karena pada waktu mengambil beban posisi kaki tidak dalam keadaan tertekuk tetapi lurus dengan posisi badan yang membungkuk. Kram pada bagian tangan terjadi karena membawa beban yang berat dalam waktu yang lama. Kram tanagn terjadi pada bagian lengan baik atas maupun bawah. Bagian dari tangan yang paling sakit adalah jari sehingga terkadang jari tangan menjadi mati rasa.
Penyakit lain yang mungkin ditimbulkan adalah stiff yaitu akibat adanya peradangan pada otot trapezius leher akibat kesalahan pada gerakan. Penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian otot trapezius.
Keselo atau terkilir pada bagian tangan pada saat mengambil beban kerja. Penyakit ini disebabkan oleh tertariknya ligamen ke posisi yang tidak sesuai, namun sendinya tidak bergeser. Hal ini terjadi karena gerakan yang tiba-tiba atau gerakan yang jarang dilakukan oleh pedagang tersebut.
Lordosis pada bagian tulang punggung karena posisi kerja pada waktu membawa beban kerja yang tidak baik. Pada posisi kerja bagian punggung pedagang buah cenderung melengkung ke depan.
Analisis Output SPSS
Berdasarkan pengolahan data dengan software SPSS maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lamanya bekerja dengan jenis keluhan yang dirasakan oleh keempat pedagang buah tersebut. Hal ini disebabkan oleh sample pengamatan tidak cukup untuk mewakili populasi yang ada. Pada waktu pengamatan seharusnya sample yang digunakan untuk pengamatan adalah minimal sebanyak 30 orang. Jika sample sebanyak 30 orang juga masih belum memenuhi syarat maka harus dilakukan uji kecukupan data.
Usulan Perbaikan Posisi Kerja
Usulan perbaikan posisi kerja dari jenis pekerjaan ini adalah posisi mengambil beban kerja seharusnya dalam posisi jongkok. Hal ini untuk mengurangi potensi terjadinya kram pada pinggang. Pada waktu membawa beban kerja seharusnya posisi punggung tetap tegak tidak bengkok ke belakang karena dapat menyebabkan bentuk tulang belakang yang tidak sempurna. Posisi yang kerja yang benar adalah seperti tampak pada gambar 4.6 berikut:
Permainan???? dengan Teorinya???
STRATEGI MURNI
Penyelesaian dilakukan dengan menggunakan konsep maksimin untuk pemain baris dan minimaks untuk pemain kolom. Dalam strategi ini pemain akan menggunakan satu strategi tunggal untuk mendapat hasil optimal saddle point yang sama
STRATEGI CAMPURAN
Strategi ini dilakukan bila strategi murni belum memberi penyelesaian optimal. Sehingga perlu dilakukan tindak lanjut untuk mendapat titik optimal, dengan usaha mendapatkan saddle point yang sama.
(sumber: emmy.staff.gunadarma.ac.id/.../TEORI+PERMAINAN+Emmy.ppt)
Penyelesaian dilakukan dengan menggunakan konsep maksimin untuk pemain baris dan minimaks untuk pemain kolom. Dalam strategi ini pemain akan menggunakan satu strategi tunggal untuk mendapat hasil optimal saddle point yang sama
STRATEGI CAMPURAN
Strategi ini dilakukan bila strategi murni belum memberi penyelesaian optimal. Sehingga perlu dilakukan tindak lanjut untuk mendapat titik optimal, dengan usaha mendapatkan saddle point yang sama.
(sumber: emmy.staff.gunadarma.ac.id/.../TEORI+PERMAINAN+Emmy.ppt)
Teori Pohon Keputusan
a. Konsep Decision Tree
Mengubah data menjadi pohon keputusan (decision tree) dan aturan-aturan keputusan (rule)
b. Contoh pemakaian Decision Tree
1. Diagnosa penyakit tertentu, seperti hipertensi, kanker, stroke dan lain-lain.
2. Pemilihan produk seperti rumah, kendaraan, komputer dan lain-lain
3. Pemilihan pegawai teladan sesuai dengan kriteria tertentu
4. Deteksi gangguan pada komputer atau jaringan komputer seperti Deteksi Entrusi,
deteksi virus (Trojan dan varians)
c. Tipe Simpul Pada Tree
Tree mempunyai 3 tipe simpul yaitu:
1. Simpul akar dimana tidak ada masukan edge dan 0 atau lebih keluaran edge (tepi),
2. Simpul internal, masing-masing 1 masukan edge dan 2 atau lebih edge keluaran,
3. Simpul daun atau simpul akhir, masing-masing 1 masukan edge dan tidak ada edge keluaran.
Pada decision tree setiap simpul daun menandai label kelas. Simpul yang bukan simpul akhir terdiri dari akar dan simpul internal yang terdiri dari kondisi tes atribut pada sebagian record yang mempunyai karakteristik yang berbeda. Simpul akar dan simpul internal ditandai dengan bentuk oval dan simpul daun ditandai dengan bentuk segi empat
Multi-Tier Influence Diagrams
Multi-Tier Influence Diagram adalah model yang paling sering digunakan. Dan tidak menggunakan model sama sekali. Lebih dari seperlima paper yang ditulis tidak menggunakan model sama sekali.
• Graphical representation of model
• Provides relationship framework
• Examines dependencies of variables
• Any level of detail
(sumber:pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../16004-1-309343405708.doc)
Mengubah data menjadi pohon keputusan (decision tree) dan aturan-aturan keputusan (rule)
b. Contoh pemakaian Decision Tree
1. Diagnosa penyakit tertentu, seperti hipertensi, kanker, stroke dan lain-lain.
2. Pemilihan produk seperti rumah, kendaraan, komputer dan lain-lain
3. Pemilihan pegawai teladan sesuai dengan kriteria tertentu
4. Deteksi gangguan pada komputer atau jaringan komputer seperti Deteksi Entrusi,
deteksi virus (Trojan dan varians)
c. Tipe Simpul Pada Tree
Tree mempunyai 3 tipe simpul yaitu:
1. Simpul akar dimana tidak ada masukan edge dan 0 atau lebih keluaran edge (tepi),
2. Simpul internal, masing-masing 1 masukan edge dan 2 atau lebih edge keluaran,
3. Simpul daun atau simpul akhir, masing-masing 1 masukan edge dan tidak ada edge keluaran.
Pada decision tree setiap simpul daun menandai label kelas. Simpul yang bukan simpul akhir terdiri dari akar dan simpul internal yang terdiri dari kondisi tes atribut pada sebagian record yang mempunyai karakteristik yang berbeda. Simpul akar dan simpul internal ditandai dengan bentuk oval dan simpul daun ditandai dengan bentuk segi empat
Multi-Tier Influence Diagrams
Multi-Tier Influence Diagram adalah model yang paling sering digunakan. Dan tidak menggunakan model sama sekali. Lebih dari seperlima paper yang ditulis tidak menggunakan model sama sekali.
• Graphical representation of model
• Provides relationship framework
• Examines dependencies of variables
• Any level of detail
(sumber:pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../16004-1-309343405708.doc)
Selasa, 10 November 2009
Antrian atau Teori Antrian?
Teori antrian adalah teori yang menyangkut studi matematis dari antrian-antrian atau baris baris penungguan.
Antrian
1. Contoh contoh kasus antrian :
2. Para pembelanja yang berdiri didepan kounter di supermarket.
3. Mobil-mobil yang menunggu di lampu merah.
4. Pasien yang menunggu diklinik rawat jalan.
5. Pesawat yang menunggu lepas landas dibandara udara.
6. Mesin-mesin rusak yang menunggu untuk diperbaiki oleh petugas perbaikan mesin.
7. Surat yang menunggu diketik oleh seorang sekretaris.
8. Program yang menunggu untuk diproses oleh komputer digital.
Fenomena menunggu adalah hasil langsung dari keacakan dalam operasi sarana pelayanan secara umum, kedatangan pelangan dan waktu pelayanan tidak diketahui sebelumnya karena jika bisa diketahui, pengoperasian sarana tersebut dapat dijadwalkan sedemikian rupa sehingga akan sepenuhnya menghilangkan keharusan untuk menunggu.
Tujuan mempelajari pengoeprasian sebuah sarana pelayanan dalam kondisi acak adalah untuk memperoleh beberapa karakteristik yang mengukur kinerja sistem yang sedang dipelajari.
Dalam model antrian, interaksi antara pelanggan dan pelayan adalah berkaitan dengan periode waktu yang diperoleh pelanggan untuk menyelesaikan sebuah pelayanan, dalam antrian kedatangan pelanggan umumnya disebut sebagai distribusi kedatangan (arrival distribution) dan distribusi waktu pelayanan (service time distribution)
Faktor faktor penting dalam pengembangan model antrian :
• Cara memilih pelanggan dari antrian untuk memulai pelayanan
FCFS ( first come first served)
LCFS ( last come first served)
SIRO ( served in random order)
• Berkaitan dengan rancangan sarana dan pelaksanaan pelayanan
Parralel served
Serial served
Random served
• Berkaitan dengan rancangan sarana tersebut dan pelaksanaan pelayanan.
• Berkaitan dengan ukuran antrian yang diijinkan.
• Berkaitan dengan sifat sumber yang meminta pelayanan.
Unsur unsur dasar model antrian bergantung pada faktor :
1. Distribusi kedatangan( kedatangan tunggal atau kelompok )
2. Distribusi waktu pelayanan ( pelayanan tunggal atau kelompok )
3. Rancangan sarana pelayanan (stasiun serial, paralel atau jaringan )
4. Peraturan pelayanan(FCFS, LCFS, SIRO) dan prioritas utama.
5. Ukuran antrian( terhingga atau tidak hingga )
6. Sumber pemanggilan(terhingga atau tidak terhingga)
7. Perilaku manusia( perpindahan, penolakan atau pembatalan).
Peran Distribusi Poisson dan Eksponensial
Situasi antrian dimana kedatangan dan keberangkatan (kejadian) yang timbul
selama interval waktu dikendalikan dengan kondisi berikut :
Kondisi 1 :Probabilitas dari sebuah kejadian( kedatangan atau keberangkatan)
yang timbul antara t dan t +s bergantung hanya pada panjang s, yang berarti
bahwa probabilitas tidak bergantung pada t atau jumlah kejadian yang timbul
selama periode waktu (0,t).
Kondisi 2 : Probabilitas kejadian yang timbul selama interval waktu yang sangat
kecil h adalah positif tapi kurang dari satu.
Kondisi 3 : Paling banyak satu kejadian dapat timbul selama interval waktu yang
sangat kecil h.
Ketiga kondisi diatas menjabarkan sebuah proses dimana julah kejadian selama
satu interval waktu yang diberikan adalah Poisson, dan karena itu interval waktu
antara beberapa kejadian yang berturut turut adalah eksponensial. Dengan
kasus demikian, kita katakan bahwa kondisi kondisi tersebut mewakili proses
Poisson. (sumber: http://ns1.cic.ac.id/~ebook/ebook/adm/myebook/0053.pdf)
Antrian
1. Contoh contoh kasus antrian :
2. Para pembelanja yang berdiri didepan kounter di supermarket.
3. Mobil-mobil yang menunggu di lampu merah.
4. Pasien yang menunggu diklinik rawat jalan.
5. Pesawat yang menunggu lepas landas dibandara udara.
6. Mesin-mesin rusak yang menunggu untuk diperbaiki oleh petugas perbaikan mesin.
7. Surat yang menunggu diketik oleh seorang sekretaris.
8. Program yang menunggu untuk diproses oleh komputer digital.
Fenomena menunggu adalah hasil langsung dari keacakan dalam operasi sarana pelayanan secara umum, kedatangan pelangan dan waktu pelayanan tidak diketahui sebelumnya karena jika bisa diketahui, pengoperasian sarana tersebut dapat dijadwalkan sedemikian rupa sehingga akan sepenuhnya menghilangkan keharusan untuk menunggu.
Tujuan mempelajari pengoeprasian sebuah sarana pelayanan dalam kondisi acak adalah untuk memperoleh beberapa karakteristik yang mengukur kinerja sistem yang sedang dipelajari.
Dalam model antrian, interaksi antara pelanggan dan pelayan adalah berkaitan dengan periode waktu yang diperoleh pelanggan untuk menyelesaikan sebuah pelayanan, dalam antrian kedatangan pelanggan umumnya disebut sebagai distribusi kedatangan (arrival distribution) dan distribusi waktu pelayanan (service time distribution)
Faktor faktor penting dalam pengembangan model antrian :
• Cara memilih pelanggan dari antrian untuk memulai pelayanan
FCFS ( first come first served)
LCFS ( last come first served)
SIRO ( served in random order)
• Berkaitan dengan rancangan sarana dan pelaksanaan pelayanan
Parralel served
Serial served
Random served
• Berkaitan dengan rancangan sarana tersebut dan pelaksanaan pelayanan.
• Berkaitan dengan ukuran antrian yang diijinkan.
• Berkaitan dengan sifat sumber yang meminta pelayanan.
Unsur unsur dasar model antrian bergantung pada faktor :
1. Distribusi kedatangan( kedatangan tunggal atau kelompok )
2. Distribusi waktu pelayanan ( pelayanan tunggal atau kelompok )
3. Rancangan sarana pelayanan (stasiun serial, paralel atau jaringan )
4. Peraturan pelayanan(FCFS, LCFS, SIRO) dan prioritas utama.
5. Ukuran antrian( terhingga atau tidak hingga )
6. Sumber pemanggilan(terhingga atau tidak terhingga)
7. Perilaku manusia( perpindahan, penolakan atau pembatalan).
Peran Distribusi Poisson dan Eksponensial
Situasi antrian dimana kedatangan dan keberangkatan (kejadian) yang timbul
selama interval waktu dikendalikan dengan kondisi berikut :
Kondisi 1 :Probabilitas dari sebuah kejadian( kedatangan atau keberangkatan)
yang timbul antara t dan t +s bergantung hanya pada panjang s, yang berarti
bahwa probabilitas tidak bergantung pada t atau jumlah kejadian yang timbul
selama periode waktu (0,t).
Kondisi 2 : Probabilitas kejadian yang timbul selama interval waktu yang sangat
kecil h adalah positif tapi kurang dari satu.
Kondisi 3 : Paling banyak satu kejadian dapat timbul selama interval waktu yang
sangat kecil h.
Ketiga kondisi diatas menjabarkan sebuah proses dimana julah kejadian selama
satu interval waktu yang diberikan adalah Poisson, dan karena itu interval waktu
antara beberapa kejadian yang berturut turut adalah eksponensial. Dengan
kasus demikian, kita katakan bahwa kondisi kondisi tersebut mewakili proses
Poisson. (sumber: http://ns1.cic.ac.id/~ebook/ebook/adm/myebook/0053.pdf)
Langganan:
Postingan (Atom)