TUGAS 1 (10 Februari 2010)
1. Jelaskan pengertian, cakupan dan tujuan dari etika profesi keteknikan!
Jawab:
Etika profesi keteknikan adalah etika yang diterapkan dalm bidang keahlian teknik. Etika ini memaparkan mengenai tata cara bekerja bagi seorang sarjana teknik dalam bekerja. Pada etika profesi ini seorang sarjana teknik dituntut bertanggungjawab atas semua kewajiban yang ada dalam profesi yang ia tekuni. Tujuan dari etika profesi keteknikan ini adalah mengembangkan rangkaian kerja guna membangun kewaspadaan terhadap pandangan dari ethical issue.
2. Jelaskan perbedaan profesi dan pekerjaan! Berikan contoh masing-masing!
Jawab:
Profesi Pekerjaan
• Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu di luara jangkauan khalayak ramai.
• Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktik (teori baru dikembangkan dari hasil penelitian).
• Memerlukan keahlian khusus dengan waktu yang panjang.
• Mempunyai kode etik
• Contoh: guru, dosen • Sesuatu yang dibuat
• Mata pencaharian
• Tidak mempunyai kode etik
• Contoh: petani
3. Apa yang dimaksud dengan kode etik?
Jawab:
Kode etik adalah norma-norma yang harus diperhatikan oleh setaip anggota profesi dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Norma-norma tersebut berisi pentunjuk-petunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka melaksanakan larangan-larangan, yaitu ketentuan-ketentuan tentang apa yang boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh mereka, tidak saja dalam menjalankan tugas profesi mereka, melainkan juga menyangkut tingkah laku anggota profesi pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari dalam masyarakat (Soecipto, 1994).
Senin, 05 April 2010
Kamis, 17 Desember 2009
Hasil Analisis Rangka Manusia dan Ototnya
Analisis Rangka dan Otot yang Berpotensi Mengalami Keluhan
Berdasarkan pengisian kuesioner yang telah isi dapat disimpulkan bahwa penyakit yang berpotensi pada pedagang buah adalah sakit pada bagian lengan bawah. Otot-otot yang mengalami cedera adalah otot kedang dan otot ketul. Otot kedang mengalami kontraksi yang sangat lama yaitu pada waktu membawa buah dalam keranjang, sehingga siku, dan sendi-sendi pada ruas-ruas tangan akan mengalami sakit. Sakit juga dikeluhkan pada bagian bahu yaitu pada otot kerudung. Cedera pada otot ini menyebabkan sakit pada bahu saat digerakkan. Keluhan pada lutu kaki juga menjadi perhatian yang serius karena setiap pedagang pada waktu mengambil beban kerja tidak dalam posisi jongkok melainkan berdiri dengan kaki yang lurus dan badan membungkuk.
Analisis Potensi Penyakit yang Mungkin Terjadi
Penyakit yang dapat ditimbulkan dari aktivitas ini adalah kram pada bagian tangan dan otot punggung. Kram ini dapat menyebabkan punggung terasa berat sehingga terasa berat sehingga akan sakit jika ditegakkan. Hal ini terjadi karena pada waktu mengambil beban posisi kaki tidak dalam keadaan tertekuk tetapi lurus dengan posisi badan yang membungkuk. Kram pada bagian tangan terjadi karena membawa beban yang berat dalam waktu yang lama. Kram tanagn terjadi pada bagian lengan baik atas maupun bawah. Bagian dari tangan yang paling sakit adalah jari sehingga terkadang jari tangan menjadi mati rasa.
Penyakit lain yang mungkin ditimbulkan adalah stiff yaitu akibat adanya peradangan pada otot trapezius leher akibat kesalahan pada gerakan. Penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian otot trapezius.
Keselo atau terkilir pada bagian tangan pada saat mengambil beban kerja. Penyakit ini disebabkan oleh tertariknya ligamen ke posisi yang tidak sesuai, namun sendinya tidak bergeser. Hal ini terjadi karena gerakan yang tiba-tiba atau gerakan yang jarang dilakukan oleh pedagang tersebut.
Lordosis pada bagian tulang punggung karena posisi kerja pada waktu membawa beban kerja yang tidak baik. Pada posisi kerja bagian punggung pedagang buah cenderung melengkung ke depan.
Analisis Output SPSS
Berdasarkan pengolahan data dengan software SPSS maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lamanya bekerja dengan jenis keluhan yang dirasakan oleh keempat pedagang buah tersebut. Hal ini disebabkan oleh sample pengamatan tidak cukup untuk mewakili populasi yang ada. Pada waktu pengamatan seharusnya sample yang digunakan untuk pengamatan adalah minimal sebanyak 30 orang. Jika sample sebanyak 30 orang juga masih belum memenuhi syarat maka harus dilakukan uji kecukupan data.
Usulan Perbaikan Posisi Kerja
Usulan perbaikan posisi kerja dari jenis pekerjaan ini adalah posisi mengambil beban kerja seharusnya dalam posisi jongkok. Hal ini untuk mengurangi potensi terjadinya kram pada pinggang. Pada waktu membawa beban kerja seharusnya posisi punggung tetap tegak tidak bengkok ke belakang karena dapat menyebabkan bentuk tulang belakang yang tidak sempurna. Posisi yang kerja yang benar adalah seperti tampak pada gambar 4.6 berikut:
Berdasarkan pengisian kuesioner yang telah isi dapat disimpulkan bahwa penyakit yang berpotensi pada pedagang buah adalah sakit pada bagian lengan bawah. Otot-otot yang mengalami cedera adalah otot kedang dan otot ketul. Otot kedang mengalami kontraksi yang sangat lama yaitu pada waktu membawa buah dalam keranjang, sehingga siku, dan sendi-sendi pada ruas-ruas tangan akan mengalami sakit. Sakit juga dikeluhkan pada bagian bahu yaitu pada otot kerudung. Cedera pada otot ini menyebabkan sakit pada bahu saat digerakkan. Keluhan pada lutu kaki juga menjadi perhatian yang serius karena setiap pedagang pada waktu mengambil beban kerja tidak dalam posisi jongkok melainkan berdiri dengan kaki yang lurus dan badan membungkuk.
Analisis Potensi Penyakit yang Mungkin Terjadi
Penyakit yang dapat ditimbulkan dari aktivitas ini adalah kram pada bagian tangan dan otot punggung. Kram ini dapat menyebabkan punggung terasa berat sehingga terasa berat sehingga akan sakit jika ditegakkan. Hal ini terjadi karena pada waktu mengambil beban posisi kaki tidak dalam keadaan tertekuk tetapi lurus dengan posisi badan yang membungkuk. Kram pada bagian tangan terjadi karena membawa beban yang berat dalam waktu yang lama. Kram tanagn terjadi pada bagian lengan baik atas maupun bawah. Bagian dari tangan yang paling sakit adalah jari sehingga terkadang jari tangan menjadi mati rasa.
Penyakit lain yang mungkin ditimbulkan adalah stiff yaitu akibat adanya peradangan pada otot trapezius leher akibat kesalahan pada gerakan. Penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian otot trapezius.
Keselo atau terkilir pada bagian tangan pada saat mengambil beban kerja. Penyakit ini disebabkan oleh tertariknya ligamen ke posisi yang tidak sesuai, namun sendinya tidak bergeser. Hal ini terjadi karena gerakan yang tiba-tiba atau gerakan yang jarang dilakukan oleh pedagang tersebut.
Lordosis pada bagian tulang punggung karena posisi kerja pada waktu membawa beban kerja yang tidak baik. Pada posisi kerja bagian punggung pedagang buah cenderung melengkung ke depan.
Analisis Output SPSS
Berdasarkan pengolahan data dengan software SPSS maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lamanya bekerja dengan jenis keluhan yang dirasakan oleh keempat pedagang buah tersebut. Hal ini disebabkan oleh sample pengamatan tidak cukup untuk mewakili populasi yang ada. Pada waktu pengamatan seharusnya sample yang digunakan untuk pengamatan adalah minimal sebanyak 30 orang. Jika sample sebanyak 30 orang juga masih belum memenuhi syarat maka harus dilakukan uji kecukupan data.
Usulan Perbaikan Posisi Kerja
Usulan perbaikan posisi kerja dari jenis pekerjaan ini adalah posisi mengambil beban kerja seharusnya dalam posisi jongkok. Hal ini untuk mengurangi potensi terjadinya kram pada pinggang. Pada waktu membawa beban kerja seharusnya posisi punggung tetap tegak tidak bengkok ke belakang karena dapat menyebabkan bentuk tulang belakang yang tidak sempurna. Posisi yang kerja yang benar adalah seperti tampak pada gambar 4.6 berikut:
Permainan???? dengan Teorinya???
STRATEGI MURNI
Penyelesaian dilakukan dengan menggunakan konsep maksimin untuk pemain baris dan minimaks untuk pemain kolom. Dalam strategi ini pemain akan menggunakan satu strategi tunggal untuk mendapat hasil optimal saddle point yang sama
STRATEGI CAMPURAN
Strategi ini dilakukan bila strategi murni belum memberi penyelesaian optimal. Sehingga perlu dilakukan tindak lanjut untuk mendapat titik optimal, dengan usaha mendapatkan saddle point yang sama.
(sumber: emmy.staff.gunadarma.ac.id/.../TEORI+PERMAINAN+Emmy.ppt)
Penyelesaian dilakukan dengan menggunakan konsep maksimin untuk pemain baris dan minimaks untuk pemain kolom. Dalam strategi ini pemain akan menggunakan satu strategi tunggal untuk mendapat hasil optimal saddle point yang sama
STRATEGI CAMPURAN
Strategi ini dilakukan bila strategi murni belum memberi penyelesaian optimal. Sehingga perlu dilakukan tindak lanjut untuk mendapat titik optimal, dengan usaha mendapatkan saddle point yang sama.
(sumber: emmy.staff.gunadarma.ac.id/.../TEORI+PERMAINAN+Emmy.ppt)
Teori Pohon Keputusan
a. Konsep Decision Tree
Mengubah data menjadi pohon keputusan (decision tree) dan aturan-aturan keputusan (rule)
b. Contoh pemakaian Decision Tree
1. Diagnosa penyakit tertentu, seperti hipertensi, kanker, stroke dan lain-lain.
2. Pemilihan produk seperti rumah, kendaraan, komputer dan lain-lain
3. Pemilihan pegawai teladan sesuai dengan kriteria tertentu
4. Deteksi gangguan pada komputer atau jaringan komputer seperti Deteksi Entrusi,
deteksi virus (Trojan dan varians)
c. Tipe Simpul Pada Tree
Tree mempunyai 3 tipe simpul yaitu:
1. Simpul akar dimana tidak ada masukan edge dan 0 atau lebih keluaran edge (tepi),
2. Simpul internal, masing-masing 1 masukan edge dan 2 atau lebih edge keluaran,
3. Simpul daun atau simpul akhir, masing-masing 1 masukan edge dan tidak ada edge keluaran.
Pada decision tree setiap simpul daun menandai label kelas. Simpul yang bukan simpul akhir terdiri dari akar dan simpul internal yang terdiri dari kondisi tes atribut pada sebagian record yang mempunyai karakteristik yang berbeda. Simpul akar dan simpul internal ditandai dengan bentuk oval dan simpul daun ditandai dengan bentuk segi empat
Multi-Tier Influence Diagrams
Multi-Tier Influence Diagram adalah model yang paling sering digunakan. Dan tidak menggunakan model sama sekali. Lebih dari seperlima paper yang ditulis tidak menggunakan model sama sekali.
• Graphical representation of model
• Provides relationship framework
• Examines dependencies of variables
• Any level of detail
(sumber:pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../16004-1-309343405708.doc)
Mengubah data menjadi pohon keputusan (decision tree) dan aturan-aturan keputusan (rule)
b. Contoh pemakaian Decision Tree
1. Diagnosa penyakit tertentu, seperti hipertensi, kanker, stroke dan lain-lain.
2. Pemilihan produk seperti rumah, kendaraan, komputer dan lain-lain
3. Pemilihan pegawai teladan sesuai dengan kriteria tertentu
4. Deteksi gangguan pada komputer atau jaringan komputer seperti Deteksi Entrusi,
deteksi virus (Trojan dan varians)
c. Tipe Simpul Pada Tree
Tree mempunyai 3 tipe simpul yaitu:
1. Simpul akar dimana tidak ada masukan edge dan 0 atau lebih keluaran edge (tepi),
2. Simpul internal, masing-masing 1 masukan edge dan 2 atau lebih edge keluaran,
3. Simpul daun atau simpul akhir, masing-masing 1 masukan edge dan tidak ada edge keluaran.
Pada decision tree setiap simpul daun menandai label kelas. Simpul yang bukan simpul akhir terdiri dari akar dan simpul internal yang terdiri dari kondisi tes atribut pada sebagian record yang mempunyai karakteristik yang berbeda. Simpul akar dan simpul internal ditandai dengan bentuk oval dan simpul daun ditandai dengan bentuk segi empat
Multi-Tier Influence Diagrams
Multi-Tier Influence Diagram adalah model yang paling sering digunakan. Dan tidak menggunakan model sama sekali. Lebih dari seperlima paper yang ditulis tidak menggunakan model sama sekali.
• Graphical representation of model
• Provides relationship framework
• Examines dependencies of variables
• Any level of detail
(sumber:pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../16004-1-309343405708.doc)
Selasa, 10 November 2009
Antrian atau Teori Antrian?
Teori antrian adalah teori yang menyangkut studi matematis dari antrian-antrian atau baris baris penungguan.
Antrian
1. Contoh contoh kasus antrian :
2. Para pembelanja yang berdiri didepan kounter di supermarket.
3. Mobil-mobil yang menunggu di lampu merah.
4. Pasien yang menunggu diklinik rawat jalan.
5. Pesawat yang menunggu lepas landas dibandara udara.
6. Mesin-mesin rusak yang menunggu untuk diperbaiki oleh petugas perbaikan mesin.
7. Surat yang menunggu diketik oleh seorang sekretaris.
8. Program yang menunggu untuk diproses oleh komputer digital.
Fenomena menunggu adalah hasil langsung dari keacakan dalam operasi sarana pelayanan secara umum, kedatangan pelangan dan waktu pelayanan tidak diketahui sebelumnya karena jika bisa diketahui, pengoperasian sarana tersebut dapat dijadwalkan sedemikian rupa sehingga akan sepenuhnya menghilangkan keharusan untuk menunggu.
Tujuan mempelajari pengoeprasian sebuah sarana pelayanan dalam kondisi acak adalah untuk memperoleh beberapa karakteristik yang mengukur kinerja sistem yang sedang dipelajari.
Dalam model antrian, interaksi antara pelanggan dan pelayan adalah berkaitan dengan periode waktu yang diperoleh pelanggan untuk menyelesaikan sebuah pelayanan, dalam antrian kedatangan pelanggan umumnya disebut sebagai distribusi kedatangan (arrival distribution) dan distribusi waktu pelayanan (service time distribution)
Faktor faktor penting dalam pengembangan model antrian :
• Cara memilih pelanggan dari antrian untuk memulai pelayanan
FCFS ( first come first served)
LCFS ( last come first served)
SIRO ( served in random order)
• Berkaitan dengan rancangan sarana dan pelaksanaan pelayanan
Parralel served
Serial served
Random served
• Berkaitan dengan rancangan sarana tersebut dan pelaksanaan pelayanan.
• Berkaitan dengan ukuran antrian yang diijinkan.
• Berkaitan dengan sifat sumber yang meminta pelayanan.
Unsur unsur dasar model antrian bergantung pada faktor :
1. Distribusi kedatangan( kedatangan tunggal atau kelompok )
2. Distribusi waktu pelayanan ( pelayanan tunggal atau kelompok )
3. Rancangan sarana pelayanan (stasiun serial, paralel atau jaringan )
4. Peraturan pelayanan(FCFS, LCFS, SIRO) dan prioritas utama.
5. Ukuran antrian( terhingga atau tidak hingga )
6. Sumber pemanggilan(terhingga atau tidak terhingga)
7. Perilaku manusia( perpindahan, penolakan atau pembatalan).
Peran Distribusi Poisson dan Eksponensial
Situasi antrian dimana kedatangan dan keberangkatan (kejadian) yang timbul
selama interval waktu dikendalikan dengan kondisi berikut :
Kondisi 1 :Probabilitas dari sebuah kejadian( kedatangan atau keberangkatan)
yang timbul antara t dan t +s bergantung hanya pada panjang s, yang berarti
bahwa probabilitas tidak bergantung pada t atau jumlah kejadian yang timbul
selama periode waktu (0,t).
Kondisi 2 : Probabilitas kejadian yang timbul selama interval waktu yang sangat
kecil h adalah positif tapi kurang dari satu.
Kondisi 3 : Paling banyak satu kejadian dapat timbul selama interval waktu yang
sangat kecil h.
Ketiga kondisi diatas menjabarkan sebuah proses dimana julah kejadian selama
satu interval waktu yang diberikan adalah Poisson, dan karena itu interval waktu
antara beberapa kejadian yang berturut turut adalah eksponensial. Dengan
kasus demikian, kita katakan bahwa kondisi kondisi tersebut mewakili proses
Poisson. (sumber: http://ns1.cic.ac.id/~ebook/ebook/adm/myebook/0053.pdf)
Antrian
1. Contoh contoh kasus antrian :
2. Para pembelanja yang berdiri didepan kounter di supermarket.
3. Mobil-mobil yang menunggu di lampu merah.
4. Pasien yang menunggu diklinik rawat jalan.
5. Pesawat yang menunggu lepas landas dibandara udara.
6. Mesin-mesin rusak yang menunggu untuk diperbaiki oleh petugas perbaikan mesin.
7. Surat yang menunggu diketik oleh seorang sekretaris.
8. Program yang menunggu untuk diproses oleh komputer digital.
Fenomena menunggu adalah hasil langsung dari keacakan dalam operasi sarana pelayanan secara umum, kedatangan pelangan dan waktu pelayanan tidak diketahui sebelumnya karena jika bisa diketahui, pengoperasian sarana tersebut dapat dijadwalkan sedemikian rupa sehingga akan sepenuhnya menghilangkan keharusan untuk menunggu.
Tujuan mempelajari pengoeprasian sebuah sarana pelayanan dalam kondisi acak adalah untuk memperoleh beberapa karakteristik yang mengukur kinerja sistem yang sedang dipelajari.
Dalam model antrian, interaksi antara pelanggan dan pelayan adalah berkaitan dengan periode waktu yang diperoleh pelanggan untuk menyelesaikan sebuah pelayanan, dalam antrian kedatangan pelanggan umumnya disebut sebagai distribusi kedatangan (arrival distribution) dan distribusi waktu pelayanan (service time distribution)
Faktor faktor penting dalam pengembangan model antrian :
• Cara memilih pelanggan dari antrian untuk memulai pelayanan
FCFS ( first come first served)
LCFS ( last come first served)
SIRO ( served in random order)
• Berkaitan dengan rancangan sarana dan pelaksanaan pelayanan
Parralel served
Serial served
Random served
• Berkaitan dengan rancangan sarana tersebut dan pelaksanaan pelayanan.
• Berkaitan dengan ukuran antrian yang diijinkan.
• Berkaitan dengan sifat sumber yang meminta pelayanan.
Unsur unsur dasar model antrian bergantung pada faktor :
1. Distribusi kedatangan( kedatangan tunggal atau kelompok )
2. Distribusi waktu pelayanan ( pelayanan tunggal atau kelompok )
3. Rancangan sarana pelayanan (stasiun serial, paralel atau jaringan )
4. Peraturan pelayanan(FCFS, LCFS, SIRO) dan prioritas utama.
5. Ukuran antrian( terhingga atau tidak hingga )
6. Sumber pemanggilan(terhingga atau tidak terhingga)
7. Perilaku manusia( perpindahan, penolakan atau pembatalan).
Peran Distribusi Poisson dan Eksponensial
Situasi antrian dimana kedatangan dan keberangkatan (kejadian) yang timbul
selama interval waktu dikendalikan dengan kondisi berikut :
Kondisi 1 :Probabilitas dari sebuah kejadian( kedatangan atau keberangkatan)
yang timbul antara t dan t +s bergantung hanya pada panjang s, yang berarti
bahwa probabilitas tidak bergantung pada t atau jumlah kejadian yang timbul
selama periode waktu (0,t).
Kondisi 2 : Probabilitas kejadian yang timbul selama interval waktu yang sangat
kecil h adalah positif tapi kurang dari satu.
Kondisi 3 : Paling banyak satu kejadian dapat timbul selama interval waktu yang
sangat kecil h.
Ketiga kondisi diatas menjabarkan sebuah proses dimana julah kejadian selama
satu interval waktu yang diberikan adalah Poisson, dan karena itu interval waktu
antara beberapa kejadian yang berturut turut adalah eksponensial. Dengan
kasus demikian, kita katakan bahwa kondisi kondisi tersebut mewakili proses
Poisson. (sumber: http://ns1.cic.ac.id/~ebook/ebook/adm/myebook/0053.pdf)
Jumat, 16 Oktober 2009
profil warteg
Warteg merupakan kepanjangan dari warung tegal. Warung ini biasanya memproduksi berbagai jenis makanan dan minuman. Warung ini memiliki beberapa modal tetap seperti
Kompor, peralatan makan, meja, kursi, dan lain-lain. Setiap warteg memiliki jenis makan yang berbeda-beda. Biasanya harga makan di warteg berkisar antara Rp 5.000,00 sampai dengan Rp 20.000,00 (tergantung lingkungan di mana warteg tersebut berada). Werteg yang letaknya berada di seberang Stasiun Bogor ini memiliki pelanggaan dengan tingkat ekonomi yang rendah sehingga harga yang ditawarkan relatif lebih murah dibandingkan dengan harga makan di warteg yang letaknya di pusat kota Bogor. Modal yang dibutuhkan untuk membuat warteg di daerah tersebut sekitar Rp 400.000,00 dengan anggapan bahwa harga satu piring pada warteg tersebut sebesar Rp 5.000,00. Omset yang didapat per hari adalah Rp 350.000,00. Pengeluaran yang dilakukan untuk usaha Rp 300.000,00.
Kompor, peralatan makan, meja, kursi, dan lain-lain. Setiap warteg memiliki jenis makan yang berbeda-beda. Biasanya harga makan di warteg berkisar antara Rp 5.000,00 sampai dengan Rp 20.000,00 (tergantung lingkungan di mana warteg tersebut berada). Werteg yang letaknya berada di seberang Stasiun Bogor ini memiliki pelanggaan dengan tingkat ekonomi yang rendah sehingga harga yang ditawarkan relatif lebih murah dibandingkan dengan harga makan di warteg yang letaknya di pusat kota Bogor. Modal yang dibutuhkan untuk membuat warteg di daerah tersebut sekitar Rp 400.000,00 dengan anggapan bahwa harga satu piring pada warteg tersebut sebesar Rp 5.000,00. Omset yang didapat per hari adalah Rp 350.000,00. Pengeluaran yang dilakukan untuk usaha Rp 300.000,00.
Analisis peluang usaha
Di zaman sekarang ini banyak sekali usaha yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia sebagai manusia sosial sangat tergantung pada lingkungan di mana ia tinggal. Peluang usaha skala kecil merupakan salah satu jenis usaha yang digunakan oleh manusia. Pada zaman sekarang ini usaha yang paling sering dijumpai atau bisa disebut dengan jenis usaha yang paling ”tren” saat ini adalah jual-beli pulsa handphone.
Pada jenis usaha ini, seorang usahawan biasanya memiliki modal awal minimum Rp 150.000,00 untuk jenis pulsa isi ulang berupa elektrik, Rp 200.000,00 untuk jenis pulsa isi ulang berupa fisik (voucher), handphone yang digunakan sebanyak dua buah dengan operator yang berbeda karena handphone tersebut dapat mentransfer pulsa elektrik kepada setiap operator. Setiap penjualan atau transaksi pengiriman pulsa dari usahawan ke sever akan mendapat potongan pulsa untuk pembayaran pengiriman pesan singkat. Biasanya biaya pengiriman pesan singkat tersebut sebesar Rp 150,00. Keuntungan dari penjualan pulsa dihitung berdasarkan harga jual dari setiap jenis pulsa baik elektrik maupun fisik (voucher), sehingga paling tidak modal yang telah dikeluarkan untuk membuat usaha akan kembali paling tidak sebesar 75% dari modal awal.
Pada jenis usaha ini, seorang usahawan biasanya memiliki modal awal minimum Rp 150.000,00 untuk jenis pulsa isi ulang berupa elektrik, Rp 200.000,00 untuk jenis pulsa isi ulang berupa fisik (voucher), handphone yang digunakan sebanyak dua buah dengan operator yang berbeda karena handphone tersebut dapat mentransfer pulsa elektrik kepada setiap operator. Setiap penjualan atau transaksi pengiriman pulsa dari usahawan ke sever akan mendapat potongan pulsa untuk pembayaran pengiriman pesan singkat. Biasanya biaya pengiriman pesan singkat tersebut sebesar Rp 150,00. Keuntungan dari penjualan pulsa dihitung berdasarkan harga jual dari setiap jenis pulsa baik elektrik maupun fisik (voucher), sehingga paling tidak modal yang telah dikeluarkan untuk membuat usaha akan kembali paling tidak sebesar 75% dari modal awal.
Langganan:
Postingan (Atom)